Category Archives: Seputar Syariah

‘Azimah Dan Rukhshah

Azîmah berasal dari ‘azama – ya’zimu – ‘azman wa ‘azîmat[an]. Imam al-Amidi di dalam Al-Ihkâm fî Ushûl al-Ahkâm menyebutkan, al-‘azîmah secara bahasa berarti ar-ruqyah (mantera) atau keinginan kuat yang diambil dari ketetapan hati atas suatu perkara; al-‘azîmah secara bahasa adalah maksud yang kuat. Dari situ jika orang ‘azima ‘alâ fi’li asy-syay`i, yakni jika ia ingin melakukan sesuatu dan memastikan keinginan itu atau bersungguh-sungguh dalam urusan tersebut.… Read More »

Pengertian Jihad Menurut Para Ulama

Para ulama tafsir,para fikih, ushul, dan hadits mendefinisikan jihad dengan makna berperang di jalan Allah swt dan semua hal yang berhubungan dengannya. Sebab, mereka memahami, bahwa kata jihad memiliki makna syar’iy, dimana, makna ini harus diutamakan di atas makna-makna yang lain (makna lughawiy dan ‘urfiy). Madzhab Hanafi Menurut mazhab Hanafi, sebagaimana yang dinyatakan dalam kitab Badaa’i’… Read More »

Ushul Fiqh: Mencari yang Terkuat di antara Beberapa Dalil (al-Tarjîh bayna al-Adillah)

Apabila terjadi pertentangan antara beberapa dalil; dan di antara dalil-dalil itu tidak ada yang lebih lebih kuat daripada yang lain, kasus seperti ini disebut sebagai al-ta’âdul. Al-Ta’âdul ini tidak akan terjadi pada dalil-dalil yang bersifat qath’iy. Sebab, tidak akan terjadi pertentangan di antara beberapa nash atau dalil yang qhath’iy. Juga tidak akan terjadi antara dalil yang qhath’iy dengan dalil yang zhanniy. Sebab,… Read More »

Pengertian Syariah

Kata syariah yang sering kita dengar adalah pengindonesiaan dari kata Arab, yakni as-Syarî’ah al-Islâmiyyah.Karena asalnya dari kata Arab maka pengertiannya harus kita pahami sesuai dengan pengertian orang-orang Arab sebagai pemilik bahasa itu. Tentu tidak boleh kita pahami menurut selera orang Indonesia. Karena yang lebih mengetahui pengertian bahasa itu adalah pemilik bahasa itu sendiri. Jadi orang non arab untuk memahami… Read More »

Dalil Mendirikan Negara Berdasarkan Syariah Islam

Salah alasan yang sering dilontarkan oleh segelintir kelompok yang dikenal liberal menolak penerapan syariah Islam oleh negara adalah bahwa tidak ada dalil yang mewajibkan mendirikan negara. Bagaimana menjawab pertanyaan ini ? Telah menjadi kesepakatan para ulama bahwa dalam memahami ayat-ayat al-Quran dan hadits-hadits nabi saw digunakan dua pendekatan. Pertama, memahami pengertian secara tersurat, secara langsung dari… Read More »

Pengertian Syariah dan Fiqh

Salah satu argumentasi yang kerap dilontarkan kelompok liberal-sekuler untuk menolak syariah Islam adalah dekonstruksi makna syariah dan fikih. Syariah disebut memang berasal dari Allah SWT sementara fiqh adalah hasil pikiran manusia yang lepas dari syariah. Pada gilirannya dikatakan penerapan hukum Islam oleh negara adalah sekedar persoalan fiqh, karenanya tidak berhubungan dengan Allah SWT. Berikut ini… Read More »

Dalil Dalil Syariah yang Diakui Negara

Negara, sebagaimana individu, merupakan subyek hukum syariah. Negara harus menetapkan metode tertentu dalam mengadopsi hukum syariah. Bagi negara, mengadopsi hukum ada yang wajib dan ada yang mubah. Jika adopsi hukum ini terjadi di atas dua metode yang berbeda, maka akan terdapat pertentangan terkait asas yang di atasnya adopsi itu dilakukan. Ada tiga alasan mengapa negara… Read More »

Baca dan Amalkanlah Selalu Isi Alquran

Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya kepada orang lain (HR al-Bukhari). Sejatinya setiap Muslim adalah pengemban al-Quran. Mengemban al-Quran sama dengan mengemban dakwah. Sebab, al-Quran turun kepada Baginda Nabi saw. memang untuk didakwahkan. Allah SWT. berfirman: نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلْأَمِينُ ﴿١٩٣﴾ عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلْمُنذِرِينَ ﴿١٩٤﴾ Al-Quran itu dibawa turun oleh Ruh… Read More »

Dalil Pertama Al-Qur’an

Kata   qur’ân secara bahasa merupakan bentuk mashdar (gerund) dariqara‘a-yaqra‘u-qirâ‘at[an] wa qur‘ân[an]; artinya talâ-yatlû–tilâwat[an](membaca dan bacaan). Makna bahasa qur’ân ini dinyatakan di dalam al-Quran: إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ (١٧) فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ Sungguh atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuat kamu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya, ikutilah bacaannya itu (QS al-Qiyamah [75]: 17-18). Hanya saja, penamaan al-Qur’ân sebagai al-Qur’ân tidak memperhatikan aspek bahasa dan… Read More »

Penghimpunan dan Penulisan Al-Qur’an

Rasul saw., ketika turun ayat al-Quran, langsung membacakan ayat itu kepada para sahabat. Para sahabat juga langsung menghapalkannya. Para sahabat juga mendengar bacaaan al-Quran dari Rasul saw. dalam shalat-shalat siang dan malam. Menghapal al-Quran menjadi tradisi mereka. Bahkan itu menjadi syiar dan slogan mereka pada Perang Yamamah seperti dituturkan oleh Ibnu Katsir dalam Al-Bidâyah wa an-Nihâyah. … Read More »