Category Archives: Ta’rifat

Khithâb Al-Wadh’i

Al-Wadh’u adalah mashdar dari wadha’a-yadha’u-wadh’[an] yang artinya membuat atau menetapkan. Jika digunakan dalam konteks hukum, kata tersebut artinya syara’a (mensyariatkan). Dari sini secara bahasa khithâb al-wadh’i artinya seruan pensyariatan atau seruan penetapan. Hanya saja istilah khithâb al-wadh’i merupakan istilah para ulama ushul fikih. Karena itu frasa tersebut harus dipahami menurut makna yang ditetapkan oleh para ulama ushul fikih. Khithâb al-Wadh’i Secara Istilah Khithâb asy-Syâri’ telah datang dan menjelaskan… Read More »

Wahyu

Wahyu (al-wahyu) berasal dari wahâ–yahî–wahy[an]. Jadi, wahyu adalah mashdar-nya. Ibn Duraid di dalam Jumhurah al-Lughâh menyatakan, wahyu: wahâ‘ adalah cepat. Wahyu dari Allah adalah berita dan llham, sedangkan dari manusia merupakan isyarat. Menurut al-Jauhari di dalam ash-Shihah fî al-Lughâh, Zainuddin ar-Razi dalam Mukhtâr ash-Shihâh, Abul Abbas al-Fayumi dalam Mishbâh al-Munîr, Ibn Manzhur dalam Lisân al-‘Arab dan al-Fayruz Abadi dalam al-Qâmûs al-Muhîth, al-wahyu bentuk jamaknya adalah wuhiy[un] artinya adalah tulisan (al-kitab), isyarat, pesan (ar-risâlah), ilham, perkataan yang tersembunyi (al-kalam… Read More »

Qira’ah al-Qur’an

Qirâ’ah adalah bentuk mashdar dari qara’a–yaqra’u–qirâ’ah wa qur’ân[an]; artinya bacaan. Bentuk jamaknya (plural) qirâ’ât. Orang yang membaca disebut qâri‘ dan bentuk pluralnya adalah qurrâ’.Jadi, qirâ’ah al-Qur‘ân secara bahasa adalah bacaan al-Qur’an. Qirâ’ah al-Qur’ân yang dimaksud bukanlah dalam pengertian menurut bahasa seperti itu sebab belum memberikan pengertian yang memberikan batasan yang bersifat jâmi’ dan mâni’. Yang dimaksud qirâ’ah al-Qur’ân bukan sekadar bacaan al-Quran sembarang bacaan. Yang dimaksudkan adalah tatacara melafalkan lafal-lafal al-Quran.… Read More »